Renungan Singkat tentang Menunggu
Menunggu bukanlah celah kosong sebelum hidupmu yang sesungguhnya berlanjut — itu adalah musim di mana Tuhan sungguh mengerjakan sesuatu, bahkan ketika tampaknya tidak ada yang bergerak.
Oleh Oleh · Pembuat Sacred Hour

Menunggu terasa seperti waktu yang terbuang, tetapi Alkitab memperlakukannya sebagai musim yang nyata dengan pekerjaan yang nyata berlangsung di dalamnya — biasanya di dalam dirimu, bukan hanya dalam keadaanmu. Kamu tidak harus menikmati penantian atau berpura-pura itu mudah. Kamu hanya perlu terus datang dengan jujur di hadapan Tuhan selama itu berlangsung, dan percaya bahwa "tidak ada yang bergerak" tidak sama dengan "tidak ada yang terjadi".
Tidak ada yang mendaftar untuk bagian menunggu. Kamu berdoa untuk jawaban, kesembuhan, pintu yang terbuka — dan yang kamu terima justru masa di antara. Bentangan di mana tidak ada yang berubah secara kasat mata dan kamu bahkan tidak yakin Tuhan mendengarmu. Itu salah satu bentuk paling sunyi dari yang berat.
Mengapa menunggu terasa seperti tak ada apa-apa
Kebanyakan dari kita mengukur sebuah musim dari apa yang bergerak di dalamnya. Pekerjaan baru, diagnosis yang berbalik, hubungan yang dipulihkan — itu terasa seperti Tuhan sedang bekerja. Menunggu tidak punya semua itu. Kalender berganti dan keadaanmu tampak sama persis, jadi mudah membaca keheningan itu sebagai ketiadaan.
Tetapi Alkitab hampir tidak pernah memperlakukan menunggu sebagai kekosongan. Ia memperlakukannya sebagai sesuatu yang aktif — sesuatu yang kamu lakukan, bukan hanya sesuatu yang kamu tanggung.
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
— Mazmur 27:14
Perhatikan itu diucapkan dua kali. Nantikan, lalu nantikan lagi. Seolah pemazmur tahu kamu akan mencoba melewatinya pada kali pertama.
Apa yang sebenarnya terjadi sementara kamu menunggu
Inilah bagian yang sulit dilihat dari dalam: menunggu sering menjadi tempat perubahan yang sesungguhnya terjadi, dan itu terjadi di dalam dirimu lebih daripada dalam keadaanmu. Kesabaran, kepercayaan, pelepasan perlahan atas jadwalmu sendiri — tidak satu pun dari itu tumbuh dalam musim di mana segalanya datang dengan mudah. Semua itu tumbuh dalam penantian.
Itu tidak membuat menunggu jadi menyenangkan. Itu hanya berarti menunggu tidak sia-sia.
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru.
— Yesaya 40:31
Kekuatan baru itu bukan hadiah yang dibagikan setelah kamu menunggu dengan baik. Ia diberikan di dalam pengharapan — di tengah-tengah penantian, sementara kamu masih terjebak.
Menunggu tidak sama dengan berpura-pura
Mari kita perjelas satu hal. Menanti-nantikan Tuhan tidak berarti memasang wajah berani dan menyebut kekhawatiranmu "damai sejahtera". Mazmur penuh dengan orang yang menunggu sekaligus mengeluh dalam tarikan napas yang sama, bertanya "berapa lama lagi, TUHAN?" tanpa secuil pun rasa malu.
Jadi kamu boleh merasa menunggu itu berat. Kamu boleh mengatakannya, dengan lantang, kepada Tuhan. Menunggu yang jujur tampak seperti datang dalam keadaan lelah dan bingung lalu mengatakan yang sebenarnya tentang itu — bukan memerankan ketenangan yang tidak kamu rasakan. Kejujuran seperti itu lebih dekat kepada iman daripada senyum yang dipaksakan mana pun.
Cara kecil untuk memikul penantian yang berat
Kamu tidak butuh strategi untuk menunggu. Kamu butuh ritme yang cukup kecil untuk dijaga dalam musim tanpa kemajuan yang terlihat. Coba ini: sekali sehari, ambil dua menit yang tenang dan katakan kepada Tuhan satu kalimat jujur tentang penantian. Bukan sebuah solusi. Hanya kebenaran: aku masih di sini, ini masih berat, aku masih percaya kepada-Mu di tengah semua ini.
Itu saja. Penantian yang dipikul satu hari jujur pada satu waktu adalah penantian yang benar-benar bisa kamu lalui. Dan menjaga ruang kecil harian itu — ponsel senyap, tanpa kebisingan yang menarikmu — adalah salah satu alasan [Sacred Hour] ada: untuk melindungi dua menit yang cenderung ditelan oleh musim yang berat.
Apa yang harus dilakukan sekarang
Jangan mencoba mengakhiri penantian hari ini dengan kekuatan kehendak semata. Cukup datang kepadanya sekali. Ambil dua menit, katakan kepada Tuhan yang sebenarnya tentang di mana kamu sesungguhnya berada, dan tinggalkan di situ. Menunggu dengan baik bukan soal menunggu dengan gembira — melainkan soal tidak berjalan menjauh dari-Nya sementara jawaban itu mengambil waktunya.
Jika sebuah musim yang berat sudah berlarut-larut lama dan bebannya terasa lebih dari sekadar menunggu — lebih dekat kepada keputusasaan — mohon pertimbangkan untuk menghubungi orang yang kamu percaya atau seorang profesional. Menanti-nantikan Tuhan dan mencari dukungan nyata bukanlah pilihan yang saling meniadakan.





